Breaking News

Senin, 10 Juli 2017

Standar Penilaian Kurikulum 13/ Nasional

     Pada Tahun Pelajaran 2017/ 2018 hampir seluruh sekolah/ madrasah menerapkan Kurikulum 13/ Nasional. Beberapa hal yang harus dipersiapkan diantaranya adalah tentang penilaian.
Bagi yang ingin melihat seperti apa penilaian yang dipergunakan dalam Kurikulum Nasional, atau perubahan dari kurikulum sebelumnya, silahkan pelajari Standar Penilaian Pendidikan yang ada dalam Permendikbud No 23 Tahun 2016.
Untuk lebih lengkapnya silahkan klik disini.
Baca selengkapnya ...

Kalender Akademik Tahun Pelajaran 2017/ 2018

    Salah satu persiapan menjelang tahun ajaran baru adalah membuat kalender akademik/ pendidikan bagi madrasah untuk memetakan seluruh kegiatan dalam satu tahun kedepannya agar tidak ada kegiatan yang saling tumpang tindih waktunya.
Kegiatan yang dibuat oleh madrasah seyogyanya tidak banyak menyimpang dari kalender pendidikan yang sudah ditetapkan oleh Kantor Kementerian Agama.
Untuk melihat kalender pendidikan yang lebih lengkap, silahkan klik disini.
Baca selengkapnya ...

Jumat, 30 Juni 2017

Serba serbi lebaran

Lebaran adalah........
1. Baju baru
2. Makanan berlemak
3. Reuni    
     Lebaran dan baju baru.
Dari kecil, aku memaknai lebaran dengan memakai baju baru dengan model yang terbaru. Namun, menjadi hal yang lucu bagiku, kebiasaan itu mulai kuhilangkan ketika aku memiliki anak. Mungkin ketika mereka kecil, kebiasaan itu masih kuterapkan tapi lama kelamaan hilang dengan sendirinya dan tidak lagi menjadi sebuah kebiasaan. Alhamdulillah, dikarunia anak- anak yang jarang menuntut hal-hal yang tidak penting. Anak- anak akan minta baju baru jika sekiranya baju yang lama sudah rusak, robek ataupun tidak muat. Dan biasanya menjelang lebaran masih ada saja stok baju baru ataupun hadiah yang belum sempat dibongkar. Alhamdulillah, hemat di satu sisi pengeluaran.
     Makanan berlemak.
Lebaran adalah lontong opor, sambal goreng hati, soto kemiri, nasi gandul dan........semuanya bersantan alias lemak. Duh Gusti, kolesterol langsung naik nich ?????
Di keluarga kami, menu itupun pasti ada, tapi hanya anak-anak yang merindukannya. Untuk golongan usia menengah keatas, yang dirindukan adalah sayur bening lengkap dengan sambel terasinya, sekali uleg, satu cobek penuh langsung ludes. Lumayan hemat.
Jadi ingat cerita teman kemaren, di acara keluarga ada salah satu anggotanya pulang ke rumah langsung stroke sebelah karena kebanyakan makan kacang-kacangan. Ya Allah, ndak enak banget, di bulan yang baik harus mengalami kondisi yang tidak mengenakkan.
Haduh duhhhh kenapa ya, tradisi baik di bulan Ramadlan tidak bisa diteruskan ???
Emang benar kata pak kyai, lebaran adalah hari dimana semua pintu hawa nafsu kembali dibuka lebar. Tinggal manusianya, tetap berjalan hati- hati atau langsung seperti Rossi, tancapppppppp.
     Reuni.
Setahun sekali tiap orang mengusahakan agar bisa berkumpul dengan keluarga untuk saling bermaaf-maafan. Usaha apapun akan ditempuh untuk bertemu dengan keluarga, mulai dari booking tiket pesawat, kereta api dan bus bahkan berbulan- bulan sebelumnya. Ataupun harus rela bermacet- macet ria, semua hanya demi keluarga. Tradisi mudik hanya ada di Indonesia. Karena itulah biasanya bulan Syawal menjadi bulan reuni terutama reuni alias berkumpul dengan keluarga besar.
Berdasar pada kondisi ini jugalah, biasanya tiap komunitas membuat acara reuni yang sama, mulai dari reuni SD, SMP, SMA ataupun masa kuliah. Bulan yang baik untuk hal yang baik pula, karena silaturahmi memang memiliki dampak yang luar biasa, energi akan terasa penuh kembali. Ibarat baterai, full charged. Ajang bertukar cerita, pengalaman dan mengulang kenangan masa lalu yang bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak. Selalu berasa muda kalau sudah begini. Tidak perlu lagi berbagai macam suplemen awet muda, cukup dengan rajin datang ke acara reuni.
     Lebaran ohhh lebaran, apapun adanya dirimu, kamu adalah salah satu momen yang akan selalu ditunggu oleh para penggemarmu.

Baca selengkapnya ...

Senin, 12 Juni 2017

Latihan menyematkan file pdf pada postingan blog

     Bukan hal yang mudah untuk belajar hal baru. Tapi bukan berarti itu adalah hal yang mustahil. Selama ada keinginan, mau mencoba walaupun harus jatuh bangun dan jatuh lagi, selama kita tak putus asa untuk mau bangun lagi dan lagi, semuanya akan terasa indah pada akhirnya.
     Ini juga dalam rangka latihan mengupgrade diri sendiri. Mencoba untuk menjadi lebih baik dari kemarin- kemarin.
Kali ini saya akan coba tampilkan cara menyematkan file pdf pada postingan blog.
.
Baca selengkapnya ...

Minggu, 11 Juni 2017

Pilih IPA atau IPS Jilid 2

Masih berbicara seputar pemilihan jurusan bagi klas X Kurikulum 2006.
Para pembaca yang mampir di blog saya sebelumnya tentu masih ingat akan pembahasan tentang beberapa alasan siswa dalam memilih jurusan.
Untuk mengingat kembali opini saya ada baiknya pembaca menyimak ulang dengan klik DISINI.Pilih IPA atau IPS Jilid 1
Saya akan mencoba meneruskan opini saya di tulisan sebelumnya.
     Orang tua adakalanya memberikan pertimbangan yang cukup baik untuk anaknya dalam memilih jurusan, namun tidak sedikit orang tua yang memaksakan kehendak agar anak mengambil jurusan tertentu. Tapi terkadang ada juga hal yang terasa lucu jika anak memilih satu jurusan karena "ketakutan" masuk jurusan tertentu dengan berlindung dibalik nama orang tuanya dan menyatakan bahwa mereka disuruh orangtua untuk memilih jurusan tersebut.
     Tiap anak punya minat yang tidak sama terhadap mata pelajaran tertentu. Demikian juga dengan mata pelajaran penjurusan. Mungkin bagi anak tertentu pelajaran Matematika dan Fisika akan terasa sangat mengasyikkan, namun tidak bagi anak lain yang mendengar kata Matematika saja sudah bikin mengkeret nyalinya.
     Faktor pertemanan juga berpengaruh terhadap pilihan jurusan seorang anak. Bisa jadi karena banyak teman dekat yang memilih jurusan tertentu, seorang anak akan sekedar ikut-ikutan memilih jurusan tersebut tanpa berpikir lebih panjang.
     Alasan terakhir yang terkadang bisa bikin ketawa. Apapun pelajarannya, selama yang mengajar Guru X atau Guru Y, demam batuk pilek pun dibela-belain berangkat sekolah. Maka, sekalipun banyak teman yang mencoba mempengaruhi untuk mengambil jurusan yang sama, hal itu tidak cukup mempan karena sudah terpikat pesona guru idola.
    Nah, hal- hal tersebutlah  menurut saya yang selama ini menjadi alasan bagi seorang anak dalam mengambil jurusan tertentu.
Baca selengkapnya ...

Minggu, 21 Mei 2017

Ayahku dan pendidikan.

     Ayah adalah seseorang yang darahnya mengalir dalam diriku. Yang sangat menekankan pentingnya pendidikan bagi kami anak- anaknya. Ayah kami bukanlah orang kaya yang bisa mewariskan sawah sekian hektar, perusahaan, rumah, mobil, emas permata, deposito dan barang- barang lain yang berbau materi.
     Sejak kecil, kami sudah sangat dekat dengan dunia ayah yaitu dunia pendidikan. Karena itu hukumnya wajib bagi kami 5 orang anaknya untuk bisa menuntut ilmu sampai S1. Bagiku, ayah yang hanya seorang Guru tapi sanggup membiayai 5 orang anaknya menjadi sarjana adalah hal yang sungguh luar biasa. Dan ternyata 3 diantara anaknya pun berkecimpung di dunia pendidikan.
     Namun ternyata Allah lebih menyayangi Ayah dari kami semua. Ayah sudah dipanggil oleh Nya sebelum kami semua memiliki kesempatan untuk berbagi kebahagiaan lebih lama lagi. Terima kasih ayah, anugerah terindah adalah memilikimu sebagai ayah. Semoga Allah memberikan tempat terindah bagimu di Surga, aamiinn.
@baperkalodengerlaguini.
Baca selengkapnya ...

Belajar Mengupgrade Diri Lewat Blog D3

Belajar di usia yang tak lagi muda
 Dokumen Pribadi
     Bertemu dan mempelajari hal- hal baru adalah sesuatu yang menyenangkan bagiku. Mungkin karena selalu mengingat bahwa konsep belajar itu berlangsung sepanjang hayat, dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun kondisi kita.
     Sungguh beruntung aku  dipertemukan dengan seseorang yang dikemudian hari baru kutahu kalau orang tersebut ternyata "hebat dan keren". Hebat untuk usianya yang relatif masih muda, dan keren untuk apa yang sudah diperbuat bagi "kemajuan" orang lain. Konon kisahnya, beliau adalah pemilik Blog Abdima.
     Titik fokus kembali pada diri sendiri. Ternyata bukanlah hal yang mudah untuk belajar sesuatu yang belum pernah kupelajari sebelumnya, diusia yang sudah tidak lagi muda. Aku adalah pemilik wajah dalam gambar yang telah terlahir ke dunia ini kurang lebih 43 tahun yang lalu, gaptek, sangat tidak gaul dan selalu merasa tidak punya banyak waktu.
     Niat awal memang ingin belajar, tapi tidak menyangka, setelah masuk kedalamnya aku harus "memaksa" diriku ini untuk belajar lebih dan lebih. Materi yang begitu jelas, tugas yang terpampang nyata untuk dikerjakan dengan timing yang pasti, membuat aku merasa terpontal- pontal.
     Untungnya lagi diriku ini, punya Guru yang tidak pernah marah ataupun menghukum muridnya. Guru- guruku baik semua. Belum lagi bertemu dengan teman- teman seperguruan yang selalu mengingatkan, membantu dan selalu memotivasi diriku ini. Ahhhh selalu berasa muda kalau berteman dengan anak- anak muda yang hebat dan keren.
     Jadi kesimpulannya, maafkan aku pak Guru dan kawan-kawan seperguruan kalau aku begitu lambat perkembangannya (garap tugas puol keri), terlalu rajin bertanya (emang dasare ora mudengan) dan banyak kesalahan lain yang aku perbuat. Aku hanya ingin membuat dan memaksa diriku ini agar selalu berusaha untuk mau belajar, belajar dan belajar walaupun usiaku tak lagi muda.
Semoga nanti, hasilnya tidak mengecewakan.
Baca selengkapnya ...

Sabtu, 20 Mei 2017

Pilih IPA atau IPS ?

Pilih IPA atau IPS ? Jilid 1


     Satu pertanyaan yang selalu muncul di akhir kelas X yang masih memakai Kurikulum 2006 alias KTSP.
Sebuah fenomena yang cukup menarik untuk ditelaah dari sudut pandang siswa, kalo dari sudut pandang seorang guru sich ndak usah ditelaah, hehehe.
     Hadirnya tulisan ini dari sudut pandang seorang guru yang mencoba membuka wawasan berpikir seorang siswa. Dari hasil analisa saya pribadi, beberapa faktor yang menjadi dasar pilihan jurusan seorang siswa adalah hal- hal sebagai berikut :
1. Pilihan jurusan yang akan diambil ketika kuliah.
2. Keinginan bekerja di bidang tertentu.
3. Keinginan orang tua agar anak mengambil satu jurusan.
4. Faktor suka atau tidaknya terhadap mata pelajaran tertentu.
5. Terpengaruh oleh teman.
6. Terpikat oleh pesona guru tertentu.
     Lulus MA lanjut kuliah ??? Ya iyalahhhh, jaman gini kok ndak kuliah, manusia purba kaliiiii.
Bagi anak yang sudah punya inceran jurusan kuliah, bukan hal yang sulit untuk memilih sebuah jurusan.
Kemudian, bagi siswa yang lebih memilih untuk bekerja sehabis kuliah, biasanya mereka akan memilih jurusan sesuai dengan lapangan pekerjaan yang akan diambil.
Bagaimana dengan yang lain ??? Tunggu episode berikutnya yaaa.

   

Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by BeGeEm