Breaking News

Minggu, 21 Mei 2017

Ayahku dan pendidikan.

     Ayah adalah seseorang yang darahnya mengalir dalam diriku. Yang sangat menekankan pentingnya pendidikan bagi kami anak- anaknya. Ayah kami bukanlah orang kaya yang bisa mewariskan sawah sekian hektar, perusahaan, rumah, mobil, emas permata, deposito dan barang- barang lain yang berbau materi.
     Sejak kecil, kami sudah sangat dekat dengan dunia ayah yaitu dunia pendidikan. Karena itu hukumnya wajib bagi kami 5 orang anaknya untuk bisa menuntut ilmu sampai S1. Bagiku, ayah yang hanya seorang Guru tapi sanggup membiayai 5 orang anaknya menjadi sarjana adalah hal yang sungguh luar biasa. Dan ternyata 3 diantara anaknya pun berkecimpung di dunia pendidikan.
     Namun ternyata Allah lebih menyayangi Ayah dari kami semua. Ayah sudah dipanggil oleh Nya sebelum kami semua memiliki kesempatan untuk berbagi kebahagiaan lebih lama lagi. Terima kasih ayah, anugerah terindah adalah memilikimu sebagai ayah. Semoga Allah memberikan tempat terindah bagimu di Surga, aamiinn.
@baperkalodengerlaguini.
Baca selengkapnya ...

Belajar Mengupgrade Diri Lewat Blog D3

Belajar di usia yang tak lagi muda
 Dokumen Pribadi
     Bertemu dan mempelajari hal- hal baru adalah sesuatu yang menyenangkan bagiku. Mungkin karena selalu mengingat bahwa konsep belajar itu berlangsung sepanjang hayat, dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun kondisi kita.
     Sungguh beruntung aku  dipertemukan dengan seseorang yang dikemudian hari baru kutahu kalau orang tersebut ternyata "hebat dan keren". Hebat untuk usianya yang relatif masih muda, dan keren untuk apa yang sudah diperbuat bagi "kemajuan" orang lain. Konon kisahnya, beliau adalah pemilik Blog Abdima.
     Titik fokus kembali pada diri sendiri. Ternyata bukanlah hal yang mudah untuk belajar sesuatu yang belum pernah kupelajari sebelumnya, diusia yang sudah tidak lagi muda. Aku adalah pemilik wajah dalam gambar yang telah terlahir ke dunia ini kurang lebih 43 tahun yang lalu, gaptek, sangat tidak gaul dan selalu merasa tidak punya banyak waktu.
     Niat awal memang ingin belajar, tapi tidak menyangka, setelah masuk kedalamnya aku harus "memaksa" diriku ini untuk belajar lebih dan lebih. Materi yang begitu jelas, tugas yang terpampang nyata untuk dikerjakan dengan timing yang pasti, membuat aku merasa terpontal- pontal.
     Untungnya lagi diriku ini, punya Guru yang tidak pernah marah ataupun menghukum muridnya. Guru- guruku baik semua. Belum lagi bertemu dengan teman- teman seperguruan yang selalu mengingatkan, membantu dan selalu memotivasi diriku ini. Ahhhh selalu berasa muda kalau berteman dengan anak- anak muda yang hebat dan keren.
     Jadi kesimpulannya, maafkan aku pak Guru dan kawan-kawan seperguruan kalau aku begitu lambat perkembangannya (garap tugas puol keri), terlalu rajin bertanya (emang dasare ora mudengan) dan banyak kesalahan lain yang aku perbuat. Aku hanya ingin membuat dan memaksa diriku ini agar selalu berusaha untuk mau belajar, belajar dan belajar walaupun usiaku tak lagi muda.
Semoga nanti, hasilnya tidak mengecewakan.
Baca selengkapnya ...

Sabtu, 20 Mei 2017

Pilih IPA atau IPS ?

Pilih IPA atau IPS ? Jilid 1


     Satu pertanyaan yang selalu muncul di akhir kelas X yang masih memakai Kurikulum 2006 alias KTSP.
Sebuah fenomena yang cukup menarik untuk ditelaah dari sudut pandang siswa, kalo dari sudut pandang seorang guru sich ndak usah ditelaah, hehehe.
     Hadirnya tulisan ini dari sudut pandang seorang guru yang mencoba membuka wawasan berpikir seorang siswa. Dari hasil analisa saya pribadi, beberapa faktor yang menjadi dasar pilihan jurusan seorang siswa adalah hal- hal sebagai berikut :
1. Pilihan jurusan yang akan diambil ketika kuliah.
2. Keinginan bekerja di bidang tertentu.
3. Keinginan orang tua agar anak mengambil satu jurusan.
4. Faktor suka atau tidaknya terhadap mata pelajaran tertentu.
5. Terpengaruh oleh teman.
6. Terpikat oleh pesona guru tertentu.
     Lulus MA lanjut kuliah ??? Ya iyalahhhh, jaman gini kok ndak kuliah, manusia purba kaliiiii.
Bagi anak yang sudah punya inceran jurusan kuliah, bukan hal yang sulit untuk memilih sebuah jurusan.
Kemudian, bagi siswa yang lebih memilih untuk bekerja sehabis kuliah, biasanya mereka akan memilih jurusan sesuai dengan lapangan pekerjaan yang akan diambil.
Bagaimana dengan yang lain ??? Tunggu episode berikutnya yaaa.

   

Baca selengkapnya ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by BeGeEm